TEMU (Jadi) KANGEN
TEMU (Jadi) KANGEN
Beberapa waktu yg lalu, setelah 34 tahun lamanya, akhirnya bisa bertemu dengan teman² sekelas masa SMP di WA grup. senang, padahal baru lewat WA.
Awalnya dari akun FB seorang teman yg baik hati (ibu Sekdes), terus berlanjut ke messenger.Seru, ketemunya sudah pada tuwir, tapi serasa kayak suasana SMP.... maksudnya keakrabannya, bukan kekanak-kanakannya.
Pastinya ada yg sudah jauh berubah, kalau dulu orangnya kocak sekarang malah banyak diam, kalau perubahan wajah semuanya sesuai dengan umur masing².
Pertemuan setelah tuwir² begini sebenarnya sangat bermanfaat, terutama bagi orang yg benar² memaknai hidup ini sebuah kesempatan. MempunyaI waktu dan kesempatan untuk melengkapi kebaikan² masa lalu.
Kalau memang dulunya punya masa lalu yg pahit, saatnya mengubah kenangan itu sebagai pemanis untuk cerita sekarang.
Dan kesan yg kurang baik dari teman di masa lalu harusnya mendewasakan persahabatan dimasa sekarang.
Diusia yg semakin tua ini sebaiknya tali persaudaraan dan silaturrahmi bisa semakin erat, mumpung mata kita masih mampu membaca, tangan masih mampu menulis/mengetik, mulut masih bisa berucap, tubuh masih bisa bergerak dan kaki masih bisa melangkah.
Tidak baik mengasingkan diri karena merasa diri atau orang lain bukan siapa² dan tidak punya apa², menghindar hanya membuat hari tua kita seolah tidak berdaya dan merasa tidak lepas merdeka.
Biar anak² dan cucu² kita melihat sendiri bagaimana indahnya persahabatan org²tua mereka, agar mereka juga merangkai kisahnya sendiri yg jauh lebih berkesan untuk hari tuanya nanti.
Salam persatuan penuh keakraban Alumni '89

Luar biasa..semoga bisa menjadi infirasi ke anak cucu.
BalasHapus