Catatan Dinding Iso

Hari ini (Minggu, 06/12), sudah 12 hari aku & istriku Evi Marlina menginap di Hotel Iso-Cov Bintang 19.

Berdua, serasa sedang berbulan madu yg dibiayai oleh Negara apalagi dilayani para pramusaji yg dilengkapi dengan baju hasmat/APD.

Happy donk? O...iya, harus...

Walau kami juga harus menerima kenyataan, meninggalkan kedua anak laki2 kami yg masih remaja & seorang gadis kecil si bungsu kami,  yg ketiganya juga sedang auto-terkarantina di rumah.

Mereka bertiga tetap tinggal & diam di dalam rumah,  tidak didampingi siapapun dari pagi, siang, sore, malam dan besok paginya lagi. Cukup dengan keyakinan kami bahwa TUHAN slalu menjaga mereka.

Begitulah mereka lalui selama kami ter-inapkan.

Dan, kami semua harus tetap merasa bahagia, slalu terlihat gembira untuk melewati hari2 kami yg terpisahkan.

Ini sangat tidak asik dan tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, tapi harus siap diterima dan wajib kami jalani dan sebisanya segera kami lalui.

Dalam ruang khusus, diluar rutinitas sebagai tamu istimewa, Aku & ibu dari anak2ku meluangkan waktu berbincang saling menguatkan, agar bagaimana "merasa bahagia" ini terus bertahan sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk sekalipun.

Meskipun kami berdua sebenarnya sudah sama2 kurang yakin dengan batas ketegaran masing2.

Yang sangat kami tetap syukuri, bahwa hingga hari ini (semoga sampai seterusnya),  Puji TUHAN kondisi kesehatan anak2 kami masih baik adanya.

Sedang kami orangtua mereka yg sudah mendapat hasil putusan, sampai dengan gumaman ini kutuliskan pun tidak merasakan adanya gejala yg dirasa memenuhi unsur2 sebagai pendukung untuk putusan itu.

Karena sejak hari pertama sampai kini dan semoga seterusnya, kami merasa:

1. Tidak demam & suhu 36,3°C

2. Indra perasa & penciuman normal

3. Tidak sesak nafas

4. Tidak batuk2 & flu

5. Tidak merasa pusing apalagi mual

6. Tekanan darah jg normal 127/80

7. Gula darah 100 - 105

8. Colesterol 196

9. Asam Urat 3,5

10. Jantung, paru2 & ginjal berdasarkan rekam & rongen juga tidak didapati masalah.

Kondisi ini semakin meyakinkanku bahwa kami sebenarnya memang baik2 saja dan semoga tetap stabil sampai pihak yg memfasilitasi penginapan ini mempersilahkan kami untuk segera chek-out dan beraktifitas sebagaimana biasanya.

Dan aku tidak membuka ruang debat dikepalaku yg akhirnya akan sibuk membahas pertanyaan ada apa?, mengapa? dan begitu juga jawaban2 pembenarannya yg tidak membuat kondisi kami menjadi lebih baik.

Dengan berusaha tetap bersyukur, semoga rangkaian kronologi yg sudah menghantarkan kami hingga pada kondisi ini merjadi pengalaman berharga bagi perjalanan hidup keluarga kami.

Aku begitu yakin dan berusaha meyakinkan istriku, bahwa TUHAN masih memberikan kami kesempatan, agar kami dapat merubah pola hidup kami yg kurang disiplin menjaga kesehatan, hubungan yg semakin erat antara suami-istri, antara orangtua dengan anak, antara abang dengan adik dan terlebih & teristimewa antara kami dengan TUHAN yg selalu mengasihi kami.


Catatan ini kutuliskan dari balik dinding Ruang Pav. EP No.11 & 12

Jambi, Minggu 06 Desember 2020

Komentar