DARI CURIGA KE SIKAP SINIS

Sore ini, aku sedang asik mengamati tingkah anjing kecil piaraanku yg tak mau diam dan slalu mengonggong pd seekor Kucing kurus yg kupungut dari jalanan.

Selalu Kutepis kaki sikucing yg sekali-kali bereaksi melakukan perlawanan untuk membungkam kebawelan si Brown anjingku.

Tapi si kucing tampak mulai tak sabar dan tak peduli.
Ketika tanganku akan menepis, tiba2 dua kakinya bergerak cepat hendak mencengkeram tanganku.

Kegagalan reaksi spontannya itu akhirnya membuat ia menjadi enggan meneruskan perlawanan, dan sepertinya ia lebih memilih menghindar agak menjauh dari aku dan brown.
Ia duduk diam dan mengamati kelakuan si brown yg seolah menikmati kemenangannya.

Semakin kuperhatikan kelakuan Kucing itu sepertinya semakin tunak.
Tidak seburuk yg kuduga & tak seserius yg brown heboh2kan. Tidak selalu begitu ternyata, walau pun dia dari jalanan.

Bisa saja hatinya mulia, yg berharap menjadi sahabat yg setia dan ingin memberi rasa aman dari gangguan tikus2.
Tidak seperti si anjing yg cuma diam membiarkan tikus lalu-lalang tapi heboh saat kucing siap mengintai tikus.

Dari tempat asal yg hina bukan berarti tidak mungkin memiliki hati yg mulia, sekali pun itu kucing.
Tapi dari diri yg merasa lebih mulia ada sifat & sikap kesombongan, seperti anjing.

Selamat menyambut hari esok yg lebih baik, tahun 2020 menjadi tahun pengharapan baru untuk bangkit lebih bersemangat lagi. 
Menjadi lebih baik & menjadi orang yg berhati mulia adalah tekad orang2 yg merasa kurang baik sebelumnya.

SKETSA DARI SISA RASA SENSI

SELAMAT TAHUN BARU
01 Januari 2020

Komentar