PILKARET RASA PILPRES
Setelah Pemilihan Presiden, seminggu yg lalu warga Perumahan kami juga mengadakan Pemilihan Ketua RT, yg kami singkat dgn Pilkaret (PilKaRT).
Disaat suhu politik negri masih hangat usai Pilpres, dikalangan bapak2 warga Perumahan pd tiap pertemuan2 klompok kecil jg masih sibuk membahas & saling berargumen, walau ujung2nya topik perbincangan beralih ke masalah PilKaRT.
Menariknya, pada perbincangan masalah calon Ketua RT pun, masih juga ada kesan pilpresnya. Masalahnya, ada pihak yg menganggap bahwa Panitia Pemilihan Ketua RT melakukan kecurangan.
Bahkan beberapa hari ini mulai ada gaung gerakan 'people power' dgn mengumpulkan tandatangan utk pemilihan ulang. Tentunya dr pihak yg kalah. Hehehe....
Disinilah kesan PilKaRT kali ini memang jelas rasa Pilpres.
Padahal sebagai panitia di 3 kali pilRT sblumnya, gak pernah sampai sepanas ini.
Real Count yg kami laksanakan pun transparan, disaksikan 2 org dr Kelurahan & 1 org dr BabinkamtibmasPol dan warga.
Untungnya, wkt sebelum penghitungan dimulai, aku sdh umumkan agar jangan ada yg klaim kemenangan sebelum penghitungan selesai, apalagi sampe sujud2. Wkwkwkwk...
Kan lucu jg nanti kalau sampai ada acara hormat "assiaap pakelte" an.
Hahahaha...
Sampai saat ini, sebagai panitia aku masih menunggu 227 juta massa 'people power' yg 'katanya' akan datang menganulir pihak pemenang kepada panitia yg gratisan ini.
Aku sih mikirnya yg datang itu cuma 'people powder', gitu kena keringat langsung buyarrr. Hehehe...
Heudehh...inilah contoh sikap tidak siap kalah dr elite politik yg sdh ditiru langsung oleh para pengikutnya diakar rumput.
Kotabaru, Mei 2019
Komentar
Posting Komentar